Theme Colors
  • 2016-12-16
  • admin


Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) kembali menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional (PIT) yang ketigabelas di Surabaya. Helatan kaum ilmuan dan peneliti kelautan dari berbagai disiplin ilmu itu digelar bersamaan dengan pelaksanaan Kongres Maritim Indonesia dan Pameran Industri Kemaritiman yang disponsori oleh Kementerian Koordinator Maritim Republik Indonesia pada tanggal 1 dan 2 Desember 2016 di Grand City Surabaya.

Forum Ilmiah ini dihadiri banyak peneliti dari berbagai disiplin ilmu kelautan dan perikanan. PIT kali ini mengusung tema sentral, yakni "Peran ISOI dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia". Tema ini dinilai tepat karena berkaitan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Sebagai organisasi profesi ilmiah, ISOI berkomitmen membantu pemerintah untuk mewujudkan upaya tersebut. Berbagai hasil riset kelautan yang dipaparkan dalam PIT ini bisa dijadikan masukan, saran dan rekomendasi untuk pemerintah dalam menyusun kebijakan di sektor kelautan sehingga pembangunan yang memprioritaskan bidang kelautan ini bisa berjalan baik. Hasilnya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian nasional dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bidang kajian ilmiah yang dipaparkan meliputi oseanografi, sistem informasi geografi dan pengin-deraan jauh, pengelolaan perikanan, akustik instrumentasi dan robotika kelautan, sosial ekonomi kelautan, hukum laut, pengelolaan wilayah pesisir, wisata bahari dan lain-lain.

Jumlah peserta pemakalah lebih dari 300 orang. Hal ini di luar dugaan mengingat persiapan pelaksanaan PIT efektif hanya sebulan. Namun demikian, kegiatan bisa berlangsung tepat waktu, lancar dan sukses. Pertemuan tahunan para ilmuan kelautan ini awalnya akan dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bersamaan dengan peresmian Kongres Maritim Indonesia bidang Infrastruktur, tetapi akhirnya diwakilkan oleh staf kementerian kemaritim-an karena suhu politik yang kurang kondusif terkait aksi 212 oleh jutaan ummat Islam di Jakarta. Turut memberikan sambutan adalah Deputi bidang Infrastruktur Dr. Ridwan Jamaluddin yang juga Ketua Umum ISOI periode 2014-2017.

Penghargaan

Sebagaimana tradisi PIT-PIT sebelumnya, ISOI selalu memberikan penghargaan kepada peserta yang sukses memaparkan karya ilmiahnya dengan baik dalam sesi presentasi hasil riset. Ada dua kategori penghargaan, yakni pemakalah terbaik dan penyaji poster terbaik. Masing-masing kategori dipilih tiga orang terbaik di bidangnya. Salah seorang peneliti Puslit Oseanografi-LIPI berhasil meraih piagam penghargaan untuk kategori pemakalah terbaik pertama. Peneliti adalah Dr. Hagi Yulia Sugeha. Spesialis riset ikan sidat ini sudah dua kali mendapatkan penghargaan tersebut dari ISOI. Untuk pemakalah terbaik kedua dari lembaga riset lain. Sedangkan pemakalah terbaik ketiga diraih Dr. Intan Suci Nurhayati juga berasal Puslit Oseanografi LIPI.

ISOI Peduli Lingkungan

Seusai pelaksanaan PIT XIII, sejumlah peserta dan panitia PIT melaksanakan kegiatan ekskursi yang bernuansa lingkungan. Lokasi yang dituju adalah kawasan konservasi mangrove Wonorejo, Surabaya. Peserta yang berjumlah lebih dari lima puluh orang itu melakukan penanaman seribu pohon mangrove. Penanaman ini dipimpin langsung oleh Sekjen ISOI Dr. Suhartati M. Natsir dan Ketua Pelaksana PIT XIII Dr. Lukijanto. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ISOI sangat konsern dengan lingkungan hidup. Penanaman mangrove merupakan aksi nyata ISOI sebagai bentuk kepedulian ISOI terhadap kelestarian lingkungan hidup. Acara ini bisa terselenggara berkat kerjasama yang baik antara ISOI pusat dan ISOI Komda Surabaya yang bermarkas Universitas Hang Tuah, Surabaya. Rombongan ekskursi juga tak lupa mengunjungi sentra-sentra penjualan batik Madura dan merasakan nikmatnya kuliner khas Surabaya sebagai wujud kecintaan kepada produk budaya lokal. (Red: MJE)